Jumat, 25 Agustus 2017

Tanpa Judul

Dengan apakah ku sebut masa lalu
Jika mengingat nya saja hatiku ingin berlari
Semua terasa masih sama
Ya sama seperti kemarin
Lukanya pun sama
Bagaimana aku bisa
Melupakan setiap bagiannya
Kau pergi
Tanpa maaf tanpa ucapan terima kasih
Kemudian memberi luka
Tapi tak kau beri penawarnya
Bagaimana aku sebut masa lalu
Jika ketika mengingatnya
Aku ingin berlari jauh
Jauh sampai lupa pulang

Jumat, 11 Agustus 2017

Itu Masa Lalu

Bagaimana caranya melupakan rasa kecewa?
katanya waktu bisa mengobatinya
tapi entah mengapa rasanya tetap saja sama
Bagaimana melupakan seseorang yang dulunya begitu kita cintai kemudian melukai kita
Entahlah rasanya selalu sama.
Kemudian apa itu harapan?
Aku sudah tak tau apa-apa lagi
Rasanya tetap sama
Bagaimana cara melupakan rasa pahit ini?
Seseorang dengan seenaknya melukai kemudian pergi
Dan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal
Kemudian akankah aku masih percaya
Waktu penyembuh luka
Bagaimana bisa aku percaya?
Coba jelaskanlah

Senin, 25 Juli 2016

International Financial Reporting Standard (IFRS)

Pengertian IFRS
International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB), sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi, dapat dimengerti, diterapkan, dan diterima secara internasional.
 International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar yang dibuat oleh International Accounting Standards Boards (IASB) dengan tujuan memberikan kumpulan standar penyusunan laporan keuangan perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas tinggi, dapat diperbandingkan dan transparan yang digunakan oleh investor di pasar modal dunia maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder). Saat ini banyak negara-negara di Eropa, Asia, Afrika, Oseania dan Amerika yang menerapkan IFRS. Standar akuntansi internasional (International Accounting Standards/IAS) di susun oleh 4 organisasi utama dunia ,yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB),Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC) dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC)
Sejarah singkat IFRS
International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah standar, interpretasi, dan kerangka yang diadopsi oleh badan penyusun standar akuntansi internasional yang dikenal dengan International Accounting Standards Board (IASB).
Beberapa standar yang membentuk IFRS dulunya dikenal dengan nama International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan oleh suatu badan yang dikenal dengan International Accounting Standards Committee (IASC) pada kurun waktu antara tahun 1973-2001. Hingga Maret 2002, IASC telah menerbitkan 41 IAS dan 34 SIC (Standing Interpretations Committee) Interpretations. Beberapa di antaranya telah diubah atau diganti oleh IASB. Standar yang masih tersisa dipandang sebagai payung bagi IFRS.
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard  Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).
Sepanjang tahun 1999-2000, IASC melakukan restrukturisasi (dengan mengubah konstitusi, strategi, struktur dan nama). IASC berkeinginan untuk menjadi badan akuntansi yang lebih independen dan profesional. Pada Maret 2001, IASC Trustees mengaktifkan Part B dari IASC Constitution yang baru dan menetapkan non-profit Delaware corporation yang diberi nama International Accounting Standards Committee Foundation untuk mengawasi IASB. Pada April 2001, IASB yang baru mengambil alih tanggung jawab IASC dalam menetapkan International Accounting Standards.
IASB berkeinginan untuk membentuk satu standar pelaporan keuangan global yang berkualitas. Selama pertemuan pertamanya, badan yang baru tersebut mengadopsi IAS dan SIC (Standing Interpretation Committee) yang ada. IASB terus mengembangkan standar yang disebut dengan International Financial Reporting Standards (IFRS). Jadi IFRS adalah termasuk standar dan interpretasi yang disetujui oleh IASB serta IAS dan SIC Interpretations yang diterbitkan berdasarkan konstitusi sebelumnya.
Tujuan IFRS
adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas:
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
IFRS digunakan di banyak bagian dunia, termasuk Uni Eropa, Hong Kong, Australia, Malaysia, Pakistan, negara-negara GCC, Rusia, Afrika Selatan, Singapura, dan Turki. Sejak 27 Agustus 2008, lebih dari 113 negara di seluruh dunia, termasuk seluruh Eropa, saat ini membutuhkan atau mengizinkan pelaporan berdasarkan IFRS. Sekitar 85 negara-negara membutuhkan IFRS pelaporan untuk semua, perusahaan domestik yang terdaftar. Sedangkan di Indonesia sendiri baru akan diadopsi mulai tahun 2012 mendatang.
International Financial  Reporting  Standards  (IFRS)  dijadikan sebagai  referensi  utama  pengembangan  standar akuntansi  keuangan  di  Indonesia  karena  IFRS merupakan  standar  yang  sangat  kokoh. Penyusunannya  didukung  oleh  para  ahli  dan dewan  konsultatif  internasional  dari  seluruh penjuru  dunia.  Mereka  menyediakan  waktu  cukup dan   didukung  dengan  masukan  literatur  dari ratusan  orang  dari  berbagai  displin  ilmu   di  seluruh  dunia. Dengan  telah  dideklarasikannya  program konvergensi  terhadap  IFRS  ini,  maka  pada  tahun 2012  seluruh  standar  yang  dikeluarkan  oleh Dewan  Standar  Akuntansi  Keuangan   IAI  akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.
Secara keseluruhan IFRS mencakup:
a)      International Financial Reporting Standard (IFRS).Standar yang diterbitkan setelah tahun 2001.
b)      International Accounting Standard (IAS). Standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001.
c)      Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) setelah tahun 2001.

d)     Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) sebelum tahun 2001.

Senin, 27 Juni 2016

Biarkan Aku Menjadi Malaikat Kecil Bagi Banyak Orang
Banyak yang bilang umur tidak menjamin kedewasaan seseorang dan itu benar. Terlalu banyak cerita yang harus diceritakan tentang aku dan bagaimana aku berjuang agar menjadi wanita yang perlu diperhitungkan. Banyak air mata dan terkadang harus tetap berdiri tegak. Banyak orang-orang yang hanya memandang sebelah mata bahkan menghina tanpa sengaja atau tidak. Tapi aku tetap berdiri tegak dengan mimpi yang tetap ada dikepalaku dengan harapan besar untuk perkembangan negaraku dan cita-cita besar dalam kepalaku memberi motivasi bagi banyak orang terutama bagi kaum hawa.
Air mata itu perlahan terbayar sedikit demi sedikit. Tapi belum semua dapat dibayarnya oleh karena itu aku harus tetap berjuang harus tetap belajar dan harus tetap bermimpi.
Rasa kecewa yang begitu besar dan dalam bahkan sampai sekarang rasa itu pun masih tersimpan begitu dalam. Aku bahkan tak tau harus mulai dari mana melupakan rasa kecewa itu. Semua orang melihat begitu bahagianya hidup yang aku miliki beta beruntungnya aku punya semuanya. Yang mau saya katakan. Aku wanita yang kesepian dan sangat sendirian.
Apa yang tidak dapat diberikan ayah apapun yang aku mau aku pasti dikasi. Aku wanita yang kesepian wanita yang sendirian.
Hidupku penuh dengan rasa kecewa yang aku bawa bahkan sampai sekarang dan itu yng membuatku sulit percaya akan seseorang terlebih lawan jenisku. Dulu aku pernah mencintai seseorang dan benar aku begitu mencintainya. Dunia terasa begitu indah begitu bahagianya saat itu. Kenangan itu selalu terbesit walau kadang aku berusaha lupa tapi tetap saja dia ada dalam memori kepalaku.
Laki-laki itu begitu mencintaiku dia mau mengorbankan segalanya begitu menyanyangiku. Dia mendukung segala mimpi yang aku punya. Yang aku selalu ingat dia selalu bilang “selamat pagi wanita yang aku cintai wanita cantik anggun pintar dan baik betapa beruntungnya aku” kalimat itu bahkan tak pernah lupa ia ucapkan bahkan saat kami bertemu matanya dan dia mengelus rambutku tersenyum dan berkata “jangan tinggalkan aku”. Semuanya seakan dalam dongeng seakan aku ratu dan dia rajanya.
Indah sekali indah benar-benar indah. Aku diperlakukan seperti ayah memperlakukanku. Dia tau bagian terdalam isi hatiku saat aku berkata tidak dia tau bahwa sesungguhnya aku ingin berkata ya.
Hingga suatu hari seseorang datang dalam perjalan kami. Seorang wanita yang bahkan sampai sekarang aku sangat membencinya. Aku sudah pernah belajar untuk ikhlas dan melupakannya tapi tetap saja aku manusia yang lemah dan aku belum mampu untuk itu.
Wanita itu menghancurkan segala mimpi masa depanku dengannya. Dia wanita yang dulu pernah dicintai pangeranku dan dia datang menghancurkan segalanya. Ya aku memang aku lah korban dari percintaan mereka.
Suatu hari wanita itu datang dan berkata “maaf ya dia sangat mencintaiku dari dulu sampai sekarang”. Aku hanya bisa berkata ya teruskanlah tapi hatiku begitu menangis.
Mereka pergi merenggut mimpi yang pernah aku ukir dengannya. Dia lupa kami pernah punya cerita bersama kami mengukir harapan bersama.
Apa yang bisa aku lakukan marah atau aku harus pergi dan menyiram air panas ke wanita itu. Itu bukanlah diriku. Diriku tetap wanita berhati lembut wanita yang tetap tegar walau betapa kecewanya aku saat itu.
Aku berharap aku tidak pernah berjumpa dengan mereka lagi tapi, hingga suatu hari beberapa kali aku harus berjumpa lagi dan kenangan lama itu kembali ada dalam isi kepalaku. Mimpi buruk ini mengikutiku kemanapun aku pergi. Aku ingin bebas lepas tapi belum ada yang mampu membuatku lepas dari itu.
Aku takut menatap masa depanku. Aku takut aku hanya menjadi sebuah pelarian dari seseorang atau seseorang yang terus mengungkit masa lalunya atau membicarakan mantan kekasihnya atau bahkan mengingat masa masa bersama mantan kekasihnya.
Lebih baik aku sendiri mengukir masa depanku sendiri.
Aku percaya suatu saat akan datang laki-laki yang memang mau membuatku lupa akan semua rasa kecewaku semua rasa kesepianku rasa kesendirianku.
Ada beberapa laki-laki yang datang. Dan aku ingin bilang mereka bukan laki-laki biasa. Mereka punya pendidikan tinggi bahkan ada yang pernah dekat dengan mahasiswa S3 atau sama denganku mahasiswa S2 ada juga laki-laki yang punya jabatan yang tinggi tapi mereka semua belum membuatku yakin bahwa merekalah orangnya.
Suatu hari laki-laki itu datang dan berkata
“maafkanlah aku maafkan aku betapa bodohnya diriku menyia-nyiakan wanita sepertimu andai waktu bisa diulang boleh kah sekali lagi sekali lagi aku merasakan wangi rambutmu sekali lagi aku mendengar suaramu”
Aku ingin bahagia dan bukan dia lelaki itu.
Aku akan bahagia dan bukan sekarang mungkin nanti. Waktu yang entah kapan aku pun bingung dan tak pernah tau yang aku percaya aku akan bahagia.
Aku ingin menjadi malaikat meskipun dengan diriku yang lemah dan punya banyak kekurangan ini. Aku ingin menjadi kenangan indah buat orang lain.
Itu masih satu dari banyak cerita dalam hidupku. Masih banyak rasa kecewa yang ada dalam hidupku. Itu alasan mengapa aku bisa setegar sekarang.


Selasa, 16 Februari 2016

Akuntansi Pembiayaan - Akuntansi Keuangan Daerah

Akuntansi Pembiayaan

Pembiayaan didefinisikan dalam Permendagri No. 13 Tahun 2006 sebagai pembiayaan daerah, yang mana semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman dan hasil investasi. Sementara, pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinajaman kepada entitas lain, dan penyertaan modal oleh pemerintah.

Pengakuan Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah. Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah.

Prosedur Akuntansi Pembiayaan
Saldo normal rekening buku besar penerimaan pembiayaan adalah saldo kredit. Saldo normal rekening buku besar pengeluaran pembiayaan adalah saldo debit.
Berikut ini beberapa contoh transaksi yang terkait dengan pembiayaan:
  •     Pada tanggal 23 Mei 2016 pemerintah daerah menerima pinjaman jangka panjang dari Bank Sumut sebesar Rp 700.000.000.
  •         Pada tanggal 27 Mei 2016 dilakukan pencairan dana cadangan sebesar Rp 2.000.000.000.
  •    Pada tanggal 29 Mei 2016 diterbitkan 1000 lembar obligasi pemerintah daerah dengan harga Rp5.000.000 per lembar, bunga ditetapkan 11% per tahun dan dengan tingkat diskonto sebesar 2%. Diskonto diamortisasi dengan metode garis lurus selama 10 tahun.
  •    Pada tanggal 29 Mei 2016 pemerintah daerah melakukan penjualan atas investasinya di Bank Sumut senilai Rp 20.000.000.000.
  •    Pada tanggal 2 Juni 2016 pemerintah daerah melunasi kewajiban jangka panjang dari Bank Sumut yang telah jatuh tempo sebesar Rp 500.000.000.
  •    Pada tanggal 4 Juni 2016 pemerintah daerah melakukan pengisian dana cadangan sebesar Rp 100.000.000


Jurnal atas transaksi-transaksi di atas adalah:

Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit
2016
23 Mei
Kas di Kas Daerah
Rp 700.000.000

     Kewajiban Jangka Panjang

Rp 700.000.000
27 Mei
Kas di Kas Daerah
Rp 2.000.000.000

     Dana Cadangan

Rp 2.000.000.000

29 Mei
Kas di Kas Daerah
Rp 4.900.000.000

Diskonto
Rp 100.000.000

     Utang Obligasi

Rp 5.000.000.000
Kas di Kas Daerah
Rp 20.000.000.000

     Penyertaan Modal- Pemda

Rp 20.000.000.000
2 Juni
Kewajiban Jangka Panjang    
Rp 500.000.000

     Kas di Kas Daerah

Rp 500.000.000
4 Juni
Dana Cadangan
Rp 100.000.000

     Kas di Kas Daerah

Rp 100.000.000


Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit
2016
23 Mei
Estimasi Perubahan SAL
Rp 700.000.000

     Penerimaan Pembiayaan

Rp 700.000.000
27 Mei
Estimasi Perubahan SAL
Rp 2.000.000.000

     Penerimaan Pembiayaan

Rp 2.000.000.000

29 Mei
Estimasi Perubahan SAL
Rp 5.000.000.000

     Penerimaan Pembiayaan

Rp 5.000.000.000
Estimasi Perubahan SAL
Rp 20.000.000.000

     Penerimaan Pembiayaan

Rp 20.000.000.000
2 Juni
Pengeluaran Pembiayaan
Rp 500.000.000

     Kewajiban Jangka Panjang

Rp 500.000.000
4 Juni
Pengeluaran Pembiayaan
Rp 100.000.000

     Pembentukan Dana Cadangan

Rp 100.000.000


Mirisnya Melihat Pendidikan Sekarang

Miris melihat perkembangan pendidikan di Indonesia sekarang. Sebagai warga negara Indonesia ada harapan besar untuk memberikan perubahan walau hanya kecil terhadap pendidikan di Indonesia. Anak-anak sekarang kurang begitu paham makna sebuah pendidikan. Arti penting dan manfaat besar belajar. Anak zaman sekarang menganggap pendidikan sebuah keharusan bukan sebuah kebutuhan.

Banyak hal yang harus dibenahi demi memperbaiki pendidikan Indonesia kini. Mulai dari cara belajar dan tenaga pendidik. Perlunya dibentuk mental dalam bangku pendidikan sangatlah penting. Semakin merosotnya dunia pendidikan Indonesia disebabkan oleh banyak faktor. Peran utama yang membantu ini adalah kurangnya perhatian orang tua dan pemerintah sendiri.

Saya sendiri ingin membenahi hal ini. Memberi ilmu kepada banyak orang sangatlah bermanfaat.


Banyak hal positif yang dapat kita lakukan selagi kita mampu dan mau.

Jumat, 04 Desember 2015

Akuntansi pendapatan - Akuntansi Keuangan Daerah

Akuntansi Pendapatan
Berdasarkan PSAP No. 2 Paragraf 22-23, pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening kas umum negara/daerah. Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis pendapatan, yakni pendapatan-LRA dan pendapatan-LO. Pendapatan-LRA adalah pendapatan berbasis kas yang digunakan untuk penyusunan Laporan Realisasi Anggaran. Sedangkan pendapatan-LO adalah pendapatan berbasis akrual yang digunakan untuk penyusunan laporan operasional.
KLASIFIKASI PENDAPATAN
Pendapatan daerah menurut Permendagri No. 21 Tahun 2011 dikelompokkan atas:
a.       Pendapatan asli daerah
b.      Dana perimbangan
c.       Lain-lain pendapatan daerah yang sah

Pendapatan daerah menurut PP No. 71 Tahun 2010 dikelompokkan atas:
a.       Pendapatan asli daerah
b.      Pendapatan transfer
c.       Lain-lain pendapatan daerah yang sah

Pencatatan Akuntansi Pendapatan

1)      Pencatatan Akuntansi di PPKD
a.       Pendapatan Asli Daerah
·         Penerimaan pajak di kas daerah
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


Pendapatan pajak-LO

xxx

·         Terdapat surat ketetapan pajak yang belum dibayar oleh masyarakat
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Piutang pajak daerah
xxx


Pendapatan pajak-LO

xxx

Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi perubahan SAL
xxx


Pendapatan pajak-LRA

xxx

b.      Hasil Eksekusi Jaminan
·         Pihak ketiga melakukan pembayaran utang jaminan kemudian menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP).
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


Utang jaminan

xxx

Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


Pendapatan Hasil Eksekusi Jaminan-LO

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


Pendapatan Hasil Eksekusi Jaminan-LRA

xxx

c.       Pendapatan Transfer
Pengakuan pendapatan transfer dilakukan bersamaan dengan diterimanya kas pada rekening kas umum daerah.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


Pendapatan Transfer-LO

xxx

Pendapatan transfer dapat diakui pada saat terbitnya dokumen resmi mengenai penetapan alokasi, jika itu terkait dengan kurang salur sebagai dasar pencatatan pengakuan pendapatan.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Piutang Pendapatan
xxx


Pendapatan Transfer-LO

xxx

Apabila pemerintah daerah telah menerima dana transfer dari pemerintah pusat atas kurang salur tersebut, maka rekening kas umum daerah akan mengeluarkan nota kredit untuk PPKD.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
xxx


     Piutang pendapatan

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi perubahan SAL
xxx


Pendapatan Transfer-LRA

xxx


2)      Pencatatan Akuntansi di SKPD
1.      Pencatatan pendapatan pajak yang diterima SKPD
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di bendahara penerimaan
xxx


Pendapatan Pajak Daerah-LO

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi Perubahan SAL
xxx


Pendapatan Pajak Daerah-LRA

xxx

2.      Penyetoiran pendapatan pajak daerah dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS).
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

RK-PPKD
xxx


     Kas di bendahara penerimaan

xxx

3.      Pencatatan pendapatan retribusi yang diterima di SKPD
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di bendahara penerimaan
xxx


Pendapatan Retribusi Daerah-LO

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi Perubahan SAL
xxx


Pendapatan Retribusi Daerah-LRA

xxx

4.      Penyetoran pendapatan retribusi daerah dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS).
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

RK-PPKD
xxx


     Kas di bendahara penerimaan

xxx



JURNAL KOREKSI DAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN

Berikut ilustrasi perlakuan akuntansi atas pengembalian pendapatan, berdasarkan PSAP No. 12 Paragraf 29-31.
1)      Pengembalian yang sifatnya normal dan berulang (recurring) atas penerimaan pendapatan pada periode penerimaan maupun pada periode sebelumnya dibukukan sebagai pengurang pendapatan.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LO
xxx


     Kas di kas daerah

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LRA
xxx


     Estimasi perubahan SAL

xxx

2)      Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang (nonrecurring) atas pendapatan yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan yang sama.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LO
xxx


     Kas di kas daerah

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LRA
xxx


     Estimasi perubahan SAL

xxx

3)      Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang (nonrecurring) atas pendapatan yang terjadi pada periode sebelum penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang ekuitas dalam laporan operasional dan pengurang saldo anggaran lebih dalam laporan realisasi anggaran.
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Ekuitas
xxx


     Kas di kas daerah

xxx

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Saldo anggaran lebih
xxx


     Estimasi perubahan SAL

xxx

Berikut ini beberapa contoh transaksi atas semua penjelasan di atas:
1.      Pada tanggal 27 November 2015, BUD menerima nota kredit dari Bank Daerah berupa penambahan rekening kas daerah atas penerimaan kas berikut:
a.       Pajak daerah meliputi pajak hotel sebesar Rp 55.000.000 dan pajak restoran Rp 50.000.000
b.      Retribusi daerah sebesar Rp 155.000.000
2.      Tanggal 28 November 2015 dibayarkan kelebihan pembayaran pajak hiburan sebesar Rp 25.000.000 berdasarkan SP2D No. 257/PEMDAABC/XI/2015 atas pembayaran pajak hiburan pada tahun anggaran berjalan.
3.      Tanggal 30 November 2015, BUD menerima SP2D dari KPPN Z dan nota kredit dari Bank Daerah atas penerimaan kas berikut:
a.       Bagi hasil pajak sebesar Rp 27.500.000
b.      Bagi hasil sumber daya alam sebesar Rp 75.000.000
4.      Tanggal 30 November 2015 dibayarkan kelebihan penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah sebesar Rp 1.500.000.000, berdasarkan SP2D No. 300/PEMDAABC/XI/2015 atas penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah pada tahun sebelum penerimaan.

JAWABAN ATAS TRANSAKSI DI ATAS:
1.       
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
Rp 265.000.000


     Pendapatan pajak daerah-LO

Rp 105.000.000

     Pendapatan retribusi daerah-LO

Rp 155.000.000

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi perubahan SAL
Rp 265.000.000


     Pendapatan pajak daerah-LRA

Rp 105.000.000

     Pendapatan retribusi daerah-LRA

Rp 155.000.000

2.       
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LO
Rp 25.000.000


     Kas di kas daerah

Rp 25.000.000

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Pendapatan pajak daerah-LRA
Rp 25.000.000


     Estimasi perubahan SAL

Rp 25.000.000
3.       
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Kas di kas daerah
Rp 112.500.000


     Pendapatan bagi hasil pajak-LO

Rp 27.500.000

     Pendapatan bagi hasil SDA-LO

Rp 75.000.000

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Estimasi perubahan SAL
Rp 112.500.000


     Pendapatan bagi hasil-LO

Rp 27.500.000

     Pendapatan bagi hasil SDA-LO

Rp 75.000.000

4.       
Laporan Operasional
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Ekuitas
Rp 1.500.000.000


     Kas di kas daerah

Rp 1.500.000.000

Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal
Uraian
Debit
Kredit

Saldo Anggaran Lebih
Rp 1.500.000.000


     Estimasi perubahan SAL

Rp 1.500.000.000