Biarkan
Aku Menjadi Malaikat Kecil Bagi Banyak Orang
Banyak yang bilang umur
tidak menjamin kedewasaan seseorang dan itu benar. Terlalu banyak cerita yang
harus diceritakan tentang aku dan bagaimana aku berjuang agar menjadi wanita
yang perlu diperhitungkan. Banyak air mata dan terkadang harus tetap berdiri
tegak. Banyak orang-orang yang hanya memandang sebelah mata bahkan menghina
tanpa sengaja atau tidak. Tapi aku tetap berdiri tegak dengan mimpi yang tetap
ada dikepalaku dengan harapan besar untuk perkembangan negaraku dan cita-cita
besar dalam kepalaku memberi motivasi bagi banyak orang terutama bagi kaum
hawa.
Air mata itu perlahan
terbayar sedikit demi sedikit. Tapi belum semua dapat dibayarnya oleh karena
itu aku harus tetap berjuang harus tetap belajar dan harus tetap bermimpi.
Rasa kecewa yang begitu
besar dan dalam bahkan sampai sekarang rasa itu pun masih tersimpan begitu
dalam. Aku bahkan tak tau harus mulai dari mana melupakan rasa kecewa itu. Semua
orang melihat begitu bahagianya hidup yang aku miliki beta beruntungnya aku
punya semuanya. Yang mau saya katakan. Aku wanita yang kesepian dan sangat
sendirian.
Apa yang tidak dapat
diberikan ayah apapun yang aku mau aku pasti dikasi. Aku wanita yang kesepian
wanita yang sendirian.
Hidupku penuh dengan
rasa kecewa yang aku bawa bahkan sampai sekarang dan itu yng membuatku sulit
percaya akan seseorang terlebih lawan jenisku. Dulu aku pernah mencintai
seseorang dan benar aku begitu mencintainya. Dunia terasa begitu indah begitu
bahagianya saat itu. Kenangan itu selalu terbesit walau kadang aku berusaha
lupa tapi tetap saja dia ada dalam memori kepalaku.
Laki-laki itu begitu
mencintaiku dia mau mengorbankan segalanya begitu menyanyangiku. Dia mendukung
segala mimpi yang aku punya. Yang aku selalu ingat dia selalu bilang “selamat
pagi wanita yang aku cintai wanita cantik anggun pintar dan baik betapa
beruntungnya aku” kalimat itu bahkan tak pernah lupa ia ucapkan bahkan saat
kami bertemu matanya dan dia mengelus rambutku tersenyum dan berkata “jangan
tinggalkan aku”. Semuanya seakan dalam dongeng seakan aku ratu dan dia rajanya.
Indah sekali indah
benar-benar indah. Aku diperlakukan seperti ayah memperlakukanku. Dia tau
bagian terdalam isi hatiku saat aku berkata tidak dia tau bahwa sesungguhnya
aku ingin berkata ya.
Hingga suatu hari
seseorang datang dalam perjalan kami. Seorang wanita yang bahkan sampai
sekarang aku sangat membencinya. Aku sudah pernah belajar untuk ikhlas dan
melupakannya tapi tetap saja aku manusia yang lemah dan aku belum mampu untuk
itu.
Wanita itu
menghancurkan segala mimpi masa depanku dengannya. Dia wanita yang dulu pernah
dicintai pangeranku dan dia datang menghancurkan segalanya. Ya aku memang aku
lah korban dari percintaan mereka.
Suatu hari wanita itu
datang dan berkata “maaf ya dia sangat mencintaiku dari dulu sampai sekarang”. Aku
hanya bisa berkata ya teruskanlah tapi hatiku begitu menangis.
Mereka pergi merenggut
mimpi yang pernah aku ukir dengannya. Dia lupa kami pernah punya cerita bersama
kami mengukir harapan bersama.
Apa yang bisa aku
lakukan marah atau aku harus pergi dan menyiram air panas ke wanita itu. Itu bukanlah
diriku. Diriku tetap wanita berhati lembut wanita yang tetap tegar walau betapa
kecewanya aku saat itu.
Aku berharap aku tidak
pernah berjumpa dengan mereka lagi tapi, hingga suatu hari beberapa kali aku
harus berjumpa lagi dan kenangan lama itu kembali ada dalam isi kepalaku. Mimpi
buruk ini mengikutiku kemanapun aku pergi. Aku ingin bebas lepas tapi belum ada
yang mampu membuatku lepas dari itu.
Aku takut menatap masa
depanku. Aku takut aku hanya menjadi sebuah pelarian dari seseorang atau
seseorang yang terus mengungkit masa lalunya atau membicarakan mantan
kekasihnya atau bahkan mengingat masa masa bersama mantan kekasihnya.
Lebih baik aku sendiri
mengukir masa depanku sendiri.
Aku percaya suatu saat
akan datang laki-laki yang memang mau membuatku lupa akan semua rasa kecewaku
semua rasa kesepianku rasa kesendirianku.
Ada beberapa laki-laki
yang datang. Dan aku ingin bilang mereka bukan laki-laki biasa. Mereka punya
pendidikan tinggi bahkan ada yang pernah dekat dengan mahasiswa S3 atau sama
denganku mahasiswa S2 ada juga laki-laki yang punya jabatan yang tinggi tapi
mereka semua belum membuatku yakin bahwa merekalah orangnya.
Suatu hari laki-laki
itu datang dan berkata
“maafkanlah aku maafkan
aku betapa bodohnya diriku menyia-nyiakan wanita sepertimu andai waktu bisa
diulang boleh kah sekali lagi sekali lagi aku merasakan wangi rambutmu sekali
lagi aku mendengar suaramu”
Aku ingin bahagia dan
bukan dia lelaki itu.
Aku akan bahagia dan
bukan sekarang mungkin nanti. Waktu yang entah kapan aku pun bingung dan tak
pernah tau yang aku percaya aku akan bahagia.
Aku ingin menjadi
malaikat meskipun dengan diriku yang lemah dan punya banyak kekurangan ini. Aku
ingin menjadi kenangan indah buat orang lain.
Itu masih satu dari
banyak cerita dalam hidupku. Masih banyak rasa kecewa yang ada dalam hidupku. Itu
alasan mengapa aku bisa setegar sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar