Senin, 27 Juni 2016

Biarkan Aku Menjadi Malaikat Kecil Bagi Banyak Orang
Banyak yang bilang umur tidak menjamin kedewasaan seseorang dan itu benar. Terlalu banyak cerita yang harus diceritakan tentang aku dan bagaimana aku berjuang agar menjadi wanita yang perlu diperhitungkan. Banyak air mata dan terkadang harus tetap berdiri tegak. Banyak orang-orang yang hanya memandang sebelah mata bahkan menghina tanpa sengaja atau tidak. Tapi aku tetap berdiri tegak dengan mimpi yang tetap ada dikepalaku dengan harapan besar untuk perkembangan negaraku dan cita-cita besar dalam kepalaku memberi motivasi bagi banyak orang terutama bagi kaum hawa.
Air mata itu perlahan terbayar sedikit demi sedikit. Tapi belum semua dapat dibayarnya oleh karena itu aku harus tetap berjuang harus tetap belajar dan harus tetap bermimpi.
Rasa kecewa yang begitu besar dan dalam bahkan sampai sekarang rasa itu pun masih tersimpan begitu dalam. Aku bahkan tak tau harus mulai dari mana melupakan rasa kecewa itu. Semua orang melihat begitu bahagianya hidup yang aku miliki beta beruntungnya aku punya semuanya. Yang mau saya katakan. Aku wanita yang kesepian dan sangat sendirian.
Apa yang tidak dapat diberikan ayah apapun yang aku mau aku pasti dikasi. Aku wanita yang kesepian wanita yang sendirian.
Hidupku penuh dengan rasa kecewa yang aku bawa bahkan sampai sekarang dan itu yng membuatku sulit percaya akan seseorang terlebih lawan jenisku. Dulu aku pernah mencintai seseorang dan benar aku begitu mencintainya. Dunia terasa begitu indah begitu bahagianya saat itu. Kenangan itu selalu terbesit walau kadang aku berusaha lupa tapi tetap saja dia ada dalam memori kepalaku.
Laki-laki itu begitu mencintaiku dia mau mengorbankan segalanya begitu menyanyangiku. Dia mendukung segala mimpi yang aku punya. Yang aku selalu ingat dia selalu bilang “selamat pagi wanita yang aku cintai wanita cantik anggun pintar dan baik betapa beruntungnya aku” kalimat itu bahkan tak pernah lupa ia ucapkan bahkan saat kami bertemu matanya dan dia mengelus rambutku tersenyum dan berkata “jangan tinggalkan aku”. Semuanya seakan dalam dongeng seakan aku ratu dan dia rajanya.
Indah sekali indah benar-benar indah. Aku diperlakukan seperti ayah memperlakukanku. Dia tau bagian terdalam isi hatiku saat aku berkata tidak dia tau bahwa sesungguhnya aku ingin berkata ya.
Hingga suatu hari seseorang datang dalam perjalan kami. Seorang wanita yang bahkan sampai sekarang aku sangat membencinya. Aku sudah pernah belajar untuk ikhlas dan melupakannya tapi tetap saja aku manusia yang lemah dan aku belum mampu untuk itu.
Wanita itu menghancurkan segala mimpi masa depanku dengannya. Dia wanita yang dulu pernah dicintai pangeranku dan dia datang menghancurkan segalanya. Ya aku memang aku lah korban dari percintaan mereka.
Suatu hari wanita itu datang dan berkata “maaf ya dia sangat mencintaiku dari dulu sampai sekarang”. Aku hanya bisa berkata ya teruskanlah tapi hatiku begitu menangis.
Mereka pergi merenggut mimpi yang pernah aku ukir dengannya. Dia lupa kami pernah punya cerita bersama kami mengukir harapan bersama.
Apa yang bisa aku lakukan marah atau aku harus pergi dan menyiram air panas ke wanita itu. Itu bukanlah diriku. Diriku tetap wanita berhati lembut wanita yang tetap tegar walau betapa kecewanya aku saat itu.
Aku berharap aku tidak pernah berjumpa dengan mereka lagi tapi, hingga suatu hari beberapa kali aku harus berjumpa lagi dan kenangan lama itu kembali ada dalam isi kepalaku. Mimpi buruk ini mengikutiku kemanapun aku pergi. Aku ingin bebas lepas tapi belum ada yang mampu membuatku lepas dari itu.
Aku takut menatap masa depanku. Aku takut aku hanya menjadi sebuah pelarian dari seseorang atau seseorang yang terus mengungkit masa lalunya atau membicarakan mantan kekasihnya atau bahkan mengingat masa masa bersama mantan kekasihnya.
Lebih baik aku sendiri mengukir masa depanku sendiri.
Aku percaya suatu saat akan datang laki-laki yang memang mau membuatku lupa akan semua rasa kecewaku semua rasa kesepianku rasa kesendirianku.
Ada beberapa laki-laki yang datang. Dan aku ingin bilang mereka bukan laki-laki biasa. Mereka punya pendidikan tinggi bahkan ada yang pernah dekat dengan mahasiswa S3 atau sama denganku mahasiswa S2 ada juga laki-laki yang punya jabatan yang tinggi tapi mereka semua belum membuatku yakin bahwa merekalah orangnya.
Suatu hari laki-laki itu datang dan berkata
“maafkanlah aku maafkan aku betapa bodohnya diriku menyia-nyiakan wanita sepertimu andai waktu bisa diulang boleh kah sekali lagi sekali lagi aku merasakan wangi rambutmu sekali lagi aku mendengar suaramu”
Aku ingin bahagia dan bukan dia lelaki itu.
Aku akan bahagia dan bukan sekarang mungkin nanti. Waktu yang entah kapan aku pun bingung dan tak pernah tau yang aku percaya aku akan bahagia.
Aku ingin menjadi malaikat meskipun dengan diriku yang lemah dan punya banyak kekurangan ini. Aku ingin menjadi kenangan indah buat orang lain.
Itu masih satu dari banyak cerita dalam hidupku. Masih banyak rasa kecewa yang ada dalam hidupku. Itu alasan mengapa aku bisa setegar sekarang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar