Belajar
Akuntansi Itu Menyenangkan
|
B
|
anyak
orang bilang akuntansi itu rumit atau bahkan ada yang bilang susah untuk
dipahami. Orang yang baru mengenal akuntansi kebanyakan bingung penempatan akan
debit dan kredit akun dalam akuntansi. Berdasarkan pengalaman saya selama
beberapa tahun mendalami ilmu akuntansi, akuntansi sangatlah menyenangkan.
Akuntansi
tidaklah serumit yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Saat kita sudah
mengenal jauh tentang ilmu yang satu ini, akan ada keinginan yang lain muncul
untuk lebih mengenalnya. Menghitung uang yang jumlahnya banyak pasti akan
membuat kita semangat melakukan perhitungannya seperti menghitung laba usaha
atau berapa beban yang harus kita bebankan agar dapat memperoleh laba yang
maksimal.
Belajar
akuntansi seperti seorang ibu yang belanja ke pasar misalnya ketika ibu membeli
sayur atau buah maka uangnya berkurang namun akibat pengeluaran uang tersebut
ibu mendapat aset berupa sayur atau buah. Contoh lain misalnya ketika kita
punya seorang sahabat yang merantau di kota tempat tinggal kita atau sering
disebut anak kos. Ketika uang bulanannya belum dikirim orang tua dia meminta
pinjaman kepada kita nah saat kita memberikan pinjaman, uang kita akan
berkurang yang dalam akuntansi disebut kas tapi kita masih akan memperoleh uang
di masa depan saat sahabat kita mengembalikan kewajibannya yang ini akan
menjadi piutang untuk kita. Sementara sahabat kita yang meminjam uang kita akan
memunculkan akun utang dan akun kas karena ketika kita memberi pinjaman, uang
sahabat kita akan bertambah.
Sebenanrnya
transaksi yang terjadi dalam akuntansi sering kita jumpai dalam kehidupan kita
sehari-hari. Namun, terkadang bagi orang yang belum memahami tentang jurnal,
buku besar, neraca saldo atau laporan keuangan transaksi ekonomi yang terjadi
di sekitar kita tidak dapat dianalisis akun dan pengaruh debit kreditnya.
Berikut
akan ada beberapa penjelasan mengenai akuntansi yang akan memudahkan saudara
memahami akuntansi.
1.
Nama-nama Akun Dalam Akuntansi
·
Asset (Aktiva/Harta)
ü Asset
Lancar
Ø Kas
Ø Piutang
usaha
Ø Beban
dibayar dimuka
Ø Persediaan
Ø Perlengkapan
Ø Wesel
tagih
Ø Investasi
jangka pendek
ü Asset
Tetap Berwujud
Ø Tanah
Ø Bangunan/gedung
Ø Peralatan
Ø Mesin
Ø Kendaraan
ü Asset
Tetap Tidak Berwujud
Ø Hak
cipta
Ø Hak
paten
Ø Merek
dagang
Ø Franchise
Ø Goodwill
·
Liability (Hutang/Kewajiban)
ü Kewajiban
Jangka Pendek
Ø Utang
usaha/ utang dagang
Ø Wesel
bayar
Ø Beban
yang masih harus dibayar
Ø Utang
bunga
Ø Utang
pajak
Ø Utang
gaji
ü Kewajiban
Jangka Panjang
Ø Utang
bank
Ø Obligasi
Ø Hipotik
·
Equity (Modal)
Ø Modal
pribadi
Ø Laba
ditahan
Ø Modal
saham
·
Pendapatan
ü Pendapatan
operasional
ü Pendapatan
non operasional
·
Beban
2.
Aturan Debet dan Kredit
|
Nama
Akun
|
Kenaikan
Akun
|
Penurunan Akun
|
|
Asset
|
Debit
|
Kredit
|
|
Liability
|
Kredit
|
Debit
|
|
Equity
|
Kredit
|
Debit
|
|
Pendapatan (income)
|
Kredit
|
Debit
|
|
Beban (Expense)
|
Debit
|
Kredit
|
Berikut penjelasan dari tabel di
atas:
1.
Setiap kenaikan asset (aktiva) akan
dicatat disebelah debit dan setiap penurunan akun asset akan dicatat disebelah
kredit.
2.
Setiap kenaikan liability (hutang) akan
dicatat disebelah kredit dan setiap penurunan akun liability akan dicatat
disebelah debit.
3.
Setiap kenaikan equity (modal) akan
dicatat disebelah kredit dan setiap penurunan akun equity akan dicatat
disebelah debit.
4.
Setiap kenaikan pendapatan (income) akan
dicatat disebelah kredit dan setiap penurunan akun pendapatan akan dicatat
disebelah debit.
5.
Setiap kenaikan beban (expense) akan
dicatat disebelah debit dan setiap penurunan akun beban akan dicatat disebelah
kredit.
3.
Aplikasi Debit dan Kredit
Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya tentang aturan debet dan kredit setiap akun yang ada dalam akuntansi
berikut akan dijelaskan beberapa contoh transaksi keuangan yang mempengaruhi
posisi debet dan kredit.
Berikut ini transaksi-transaksi
yang terjadi selama bulan maret 2015 dalam PT. Cetar Membahana Badai.
Pada tanggal 1 maret tuan Amir
menyetorkan uang sebagai modal awal sebesar 150.000.000
Pada tanggal 5 maret perusahaan
membeli peralatan kantor senilai 5.000.000 dan membayar secara tunai.
Pada tanggal 7 maret perusahaan
menyelesaikan jasa kepada pelanggan senilai 25.000.000 namun baru dibayar
pelanggan sebesar 15.000.000 sisanya akan dibayar bulan depan.
Pada tanggal 10 maret perusahaan
membeli perlengakapan kantor senilai 2.000.000 secara kredit.
Pada tanggal 13 maret perusahaan
menyelesaikan jasa kepada pelanggan senilai 100.000.000 dan dibayar secara
langsung.
Pada tanggal 17 maret perusahaan
membayar utang atas pembelian perlengkapan kantor secara kredit.
Pada tanggal 19 maret perusahaan
menyelesaikan jasa kepada salah satu pelanggan senilai 25.000.000 dan akan
dibayar bulan depan.
Pada tanggal 21 maret perusahaan
membayar beban air, listrik dan telepon senilai 3.000.000
Pada tanggal 23 maret terdapat sisa
perlengkapan senilai 500.000
Pada tanggal 26 maret perusahaan
membayar beban sewa kantor senilai 25.000.000 secara tunai
Pada tanggal 29 maret perusahaan
membayar gaji karyawan senilai 20.000.000
Pada tanggal 30 maret terdapat
penarikan uang oleh tuan Amir selaku pemilik perusahaan untuk kepentingan
pribadi senilai 15.000.000
Berikut ini adalah penyelesaian
transaksi keuangan di atas dalam akuntansi:
|
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
Maret
2015
|
1
|
Kas
|
|
150.000.000
|
|
|
|
Modal
|
|
|
150.000.000
|
|
|
5
|
Peralatan Kantor
|
|
5.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
5.000.000
|
|
|
7
|
Kas
|
|
15.000.000
|
|
|
|
|
Piutang
Usaha
|
|
10.000.000
|
|
|
|
|
Pendapatan Jasa
|
|
|
25.000.000
|
|
|
10
|
Perlengkapan
Kantor
|
|
2.000.000
|
|
|
|
|
Utang Usaha
|
|
|
2.000.000
|
|
|
13
|
Kas
|
|
100.000.000
|
|
|
|
|
Pendapatan Jasa
|
|
|
100.000.000
|
|
|
17
|
Utang
Usaha
|
|
2.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
2.000.000
|
|
|
19
|
Piutang
Usaha
|
|
25.000.000
|
|
|
|
|
Pendapatan Jasa
|
|
|
25.000.000
|
|
|
21
|
Beban
Utilitas
|
|
3.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
3.000.000
|
|
|
23
|
Beban
Perlengkapan Kantor
|
|
1.500.000
|
|
|
|
|
Perlengkapan Kantor
|
|
|
1.500.000
|
|
|
26
|
Beban
Sewa
|
|
25.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
25.000.000
|
|
|
29
|
Beban
Gaji
|
|
20.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
20.000.000
|
|
|
30
|
Prive
|
|
15.000.000
|
|
|
|
|
Kas
|
|
|
15.000.000
|
|
Contoh transaksi di atas adalah beberapa contoh
aplikasi sistem akuntansi terhadap transaksi keuangan. Sebenarnya
langkah-langkah pencatatan dalam akuntansi tidak hanya berhenti dalam jurnal
saja. Ada banyak prosedur pencatatan dalam akuntansi.
Untuk tahap yang selanjutnya saudara dapat
menantikan artikel selanjutnya yang akan saya jelaskan.
Bagaimana belajar akuntansi itu menyenangkan bukan?
Hanya butuh logika dan pemahaman akan akun serta
aturan debet dan kredit. Jika itu dapat kalian pahami betul untuk tahap
pencatatan berikutnya akan lebih mudah. Saya selaku penulis Jennifer Prima Dewi
Mahasiswi Pascasarjana Akuntansi Universitas Sumatera Utara berharap saudara
yang membaca artikel ini terbantu memahami pengenalan awal akuntansi.
Nantikan artikel saya yang berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar