Akuntansi Pembiayaan
Pembiayaan didefinisikan
dalam Permendagri No. 13 Tahun 2006 sebagai pembiayaan daerah, yang mana semua
penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima
kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun
anggaran berikutnya.
Penerimaan pembiayaan
antara lain dapat berasal dari pinjaman dan hasil investasi. Sementara,
pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok
pinjaman, pemberian pinajaman kepada entitas lain, dan penyertaan modal oleh
pemerintah.
Pengakuan
Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan
diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah. Pengeluaran
pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah.
Prosedur
Akuntansi Pembiayaan
Saldo normal rekening
buku besar penerimaan pembiayaan adalah saldo kredit. Saldo normal rekening
buku besar pengeluaran pembiayaan adalah saldo debit.
Berikut ini beberapa
contoh transaksi yang terkait dengan pembiayaan:
- Pada tanggal 23 Mei 2016 pemerintah daerah menerima pinjaman jangka panjang dari Bank Sumut sebesar Rp 700.000.000.
- Pada tanggal 27 Mei 2016 dilakukan pencairan dana cadangan sebesar Rp 2.000.000.000.
- Pada tanggal 29 Mei 2016 diterbitkan 1000 lembar obligasi pemerintah daerah dengan harga Rp5.000.000 per lembar, bunga ditetapkan 11% per tahun dan dengan tingkat diskonto sebesar 2%. Diskonto diamortisasi dengan metode garis lurus selama 10 tahun.
- Pada tanggal 29 Mei 2016 pemerintah daerah melakukan penjualan atas investasinya di Bank Sumut senilai Rp 20.000.000.000.
- Pada tanggal 2 Juni 2016 pemerintah daerah melunasi kewajiban jangka panjang dari Bank Sumut yang telah jatuh tempo sebesar Rp 500.000.000.
- Pada tanggal 4 Juni 2016 pemerintah daerah melakukan pengisian dana cadangan sebesar Rp 100.000.000
Jurnal atas transaksi-transaksi di atas adalah:
|
Laporan
Operasional
|
||||
|
Tanggal
|
Uraian
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
2016
|
23 Mei
|
Kas di Kas
Daerah
|
Rp 700.000.000
|
|
|
Kewajiban Jangka Panjang
|
|
Rp 700.000.000
|
||
|
27 Mei
|
Kas di Kas
Daerah
|
Rp
2.000.000.000
|
|
|
|
Dana Cadangan
|
|
Rp
2.000.000.000
|
||
|
|
29 Mei
|
Kas di Kas
Daerah
|
Rp
4.900.000.000
|
|
|
Diskonto
|
Rp 100.000.000
|
|
||
|
Utang Obligasi
|
|
Rp
5.000.000.000
|
||
|
Kas di Kas
Daerah
|
Rp
20.000.000.000
|
|
||
|
Penyertaan Modal- Pemda
|
|
Rp
20.000.000.000
|
||
|
2 Juni
|
Kewajiban
Jangka Panjang
|
Rp 500.000.000
|
|
|
|
Kas di Kas Daerah
|
|
Rp 500.000.000
|
||
|
4 Juni
|
Dana Cadangan
|
Rp 100.000.000
|
|
|
|
Kas di Kas Daerah
|
|
Rp 100.000.000
|
||
|
Laporan Realisasi
Anggaran
|
||||
|
Tanggal
|
Uraian
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
2016
|
23 Mei
|
Estimasi
Perubahan SAL
|
Rp 700.000.000
|
|
|
Penerimaan Pembiayaan
|
|
Rp 700.000.000
|
||
|
27 Mei
|
Estimasi
Perubahan SAL
|
Rp
2.000.000.000
|
|
|
|
Penerimaan Pembiayaan
|
|
Rp
2.000.000.000
|
||
|
|
29 Mei
|
Estimasi
Perubahan SAL
|
Rp 5.000.000.000
|
|
|
Penerimaan
Pembiayaan
|
|
Rp
5.000.000.000
|
||
|
Estimasi
Perubahan SAL
|
Rp
20.000.000.000
|
|
||
|
Penerimaan Pembiayaan
|
|
Rp
20.000.000.000
|
||
|
2 Juni
|
Pengeluaran
Pembiayaan
|
Rp 500.000.000
|
|
|
|
Kewajiban Jangka Panjang
|
|
Rp 500.000.000
|
||
|
4 Juni
|
Pengeluaran
Pembiayaan
|
Rp 100.000.000
|
|
|
|
Pembentukan Dana Cadangan
|
|
Rp 100.000.000
|
||